Showing posts with label Teknik Perencanaan Jalan & Jembatan. Show all posts
Showing posts with label Teknik Perencanaan Jalan & Jembatan. Show all posts

Monday, 8 July 2019

Perhitungan Saluran U-DITCH & TOP-BOTTOM Standar SNI



Struktur saluran ini direncakan berdasarkan Standar Pembebanan Jembatan agar selama masa layanannya dapat memenuhi beban yang ada. Tata cara perencanaan yang digunakan dalam perencanaan ini menggunakan BMS 1992, SNI 2847-2002 dan SNI 1726-2002. Lingkup pekerjaan disini meliputi perencanaan U-Ditch, Penutup U-Ditch, dan struktur Top-Bottom yang disesuaikan dengna Standar Perencanaan Pembebanan Jembatan (RSNI 2005) dan Standar Perencanaan Beton Bertulang (SNI 2847-2013) dan hasilnya dituangkan dalam bentuk gambar rencana dan spesifikasi teknis struktur.

Dalam melakukan analisa dan desain struktur jembatan yang mengacu pada beberapa tata cara perencanaan bangunan dan juga pada beberapa referensi khusus yang lazim digunakan. Beberapa acuan tersebut adalah:

  1. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1987
  2. Tata Cata Perencanaan Struktur Beton dan Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002)
  3. Uniform Building Code 1997 (UBC 1997)
  4. Building Code Requirements for Structural Concrete (ACI 318-99) and Commentary  (ACI 318R-99)
  5. BMS 1992, Bridge Management System 1992
  6. SNI T02-2005, Standar Pembebanan Untuk Jembatan 2005

Download Perhitungan Saluran DISINI

Wednesday, 22 June 2016

MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997

Untuk diketahui MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997 adalah buku manual/panduan (yang disertai piranti lunaknya, KAJI) yang digunakan untuk menghitung kapasitas dan perilaku lalulintas di segmen-segmen jalan (mikro) di Indonesia, sehingga tidak dapat digunakan untuk melihat atau menganalisis kinerja jaringan jalan secara makro. Analisis kinerja jaringan jalan membutuhkan software pemodelan, bukan software seperti KAJI. Di Amerika Serikat, MKJInya bernama AHCM (American Highway Capacity Manual).
Penggunaan MKJI 1997 biasanya digunakan untuk melihat kinerja simpang (bersinyal dan tidak bersinyal), kinerja ruas jalan, jalinan, dll yang terisolasi (isolated), jadi sifatnya tertutup pada sebuah segmen.

Tuesday, 21 June 2016

Inovasi Jalan Layang (Fly Over) Baru di Ruas Antapani Bandung


BANDUNG, Jalan layang (fly over) Antapani Bandung dibangun dengan struktur baja bergelombang. Teknologi ini menjadi yang pertama yang diaplikasikan di Bandung.
Kepala Balitbang Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, jembatan ini menggunakan teknologi struktur baja bergelombang dengan panjang 22 meter. Pembangunan ini bertujuan mengatasi kemacetan di persimpangan sebidang Antapani, tepatnya di jalan Jakarta-Terusan Jakarta yang selama ini menjadi sumber kemacetan.
"Struktur baja bergelombang dengan kombinasi mortar busa punya beberapa keunggulan seperti waktu tempuh pengerjaan konstruksi jembatan lebih cepat 50 persen dibanding struktur bertulang. Efisiensi biaya 60 persen-70 persen. Misal, untuk satu buah jembatan, dibutuhkan Rp 100 miliar menjadi Rp 35 miliar," ungkapnya.
Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama Pusjatan Balitbang Kementerian PUPR, Pemkot Bandung, dan Posko Steel Korea. Dari anggaran tersebut, Rp 21, 5 miliar berasal dari anggaran Pusjatan, Pemkot Bandung, Rp 2 miliar, dan Posko Steel Korea dalam bentuk komponen.
Berikut detail jembatan Fly Over Antapani Bandung:
- Tipe struktur jembatan: Corrugated atau Armco
- Jumlah bentang jembatan: 3 bentang yaitu 11 meter x 2 dan 22 meter
- Panjang bentang jembatan: 44 meter
- Tinggi jembatan: 5,1 meter
- Lebar jembatan : 9 meter
- Jumlah jalur : 2 lajur 2 arah
- Lebar lalu lintas 6,5 meter
- Lebar bahu 0,75 m x 2= 1,5 m
- Waktu konstruksi 6 bulan.

Sumber: Kompas

Wednesday, 19 February 2014

Materi Geometrik Jalan


Jalan raya adalah satu sistem perhubungan yang terpenting di dunia sejak dahulu. Jalan raya memiliki sejarah perkembangan yang panjang, yaitu dimulai dari mula pertama manusia mendiami planet bumi.

Pada  zaman pra sejarah, jalan hanyalah berupa bekas jejak yang kemudian berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban umat manusia.

Secara berangsur-angsur jalan bekas jejak berubah menjadi jalan raya modern seperti yang kita kenal sekarang ini.

Saturday, 15 February 2014

Jalan Rel

Buku Jalan Rel ini ditulis oleh Suryono Tri Utomo yang diterbitkan Beta Offset pada Juni 2009. Pada Bab 1 buku ini membahas tentang peranan transportasi, perkembangan transportasi kereta api, dan karakteristik transportasi kereta api. Di Bab 2 membahas tentang struktur jalan rel, pengelompokan jalan rel, standar jalan rel di Indonesia, ruang bebas dan ruang bangun, serta rumpun kereta api.
Untuk Bab 3-11 membahas detail dari struktur jalan rel, seperti macam-macam rel, bahan dari rel, dasar perhitungan tipe rel yang digunakan, fungsi bantalan, bentuk bantalan, jenis penambat rel, penggunaakn penambat rel, balas, drainase jalan rel, geometrik jalan, wese & persilangan, stasiun dan emplasemen, sampai dengan perawatan dari jalan rel.


Download Buku

Bahan dan Struktur Jalan Raya


Buku Bahan dan Struktur Jalan Raya yang ditulis oleh Ir. Suprapto Tm, M.Sc. diterbitkan Biro Penerbit KMTS UGM pada tahun 2004. Pada Bab awal buku ini menjelaskan  tentang pengertian perkerasan, lapis-lapis perkerasan, fungsi dari lapisan perkerasan. Pada Bab 2 menjelaskan perencanaan perkerasan, beban-beban yang bekerja pada perkerasan, umur rencana, kerusakan yang terjadi pada perkerasan, dan bahan-bahan yang digunakan untuk perkerasan. Pada Bab 3 buku ini menjelaskan tentang bahan-bahan yang digunakan dalam perkerasan.


Download Buku

Thursday, 13 February 2014

Penampang Melintang (Cross section) Jalan Raya



Jalan merupakan sarana transportasi yang sangat penting, sehingga mendapat perhatian khusus dalam hal pembangunannya. Apabila jalur transportasi dalam kondisi baik, maka akan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Fungsi jalan yaitu memberikan pelayanan kepada pengguna jalan yang optimal maka diperlukan perencanaan jalan yang memadai. Dengan fungsi tersebut jalan raya sangat memerlukan pengembangan dan pengelolaan yang sungguh-sungguh agar selalu dapat melayani kebutuhan lalu lintas bagi masyarakat yang semakin meningkat.