Showing posts with label Buku Teknik Sipil. Show all posts
Showing posts with label Buku Teknik Sipil. Show all posts

Monday, 8 July 2019

Perhitungan Saluran U-DITCH & TOP-BOTTOM Standar SNI



Struktur saluran ini direncakan berdasarkan Standar Pembebanan Jembatan agar selama masa layanannya dapat memenuhi beban yang ada. Tata cara perencanaan yang digunakan dalam perencanaan ini menggunakan BMS 1992, SNI 2847-2002 dan SNI 1726-2002. Lingkup pekerjaan disini meliputi perencanaan U-Ditch, Penutup U-Ditch, dan struktur Top-Bottom yang disesuaikan dengna Standar Perencanaan Pembebanan Jembatan (RSNI 2005) dan Standar Perencanaan Beton Bertulang (SNI 2847-2013) dan hasilnya dituangkan dalam bentuk gambar rencana dan spesifikasi teknis struktur.

Dalam melakukan analisa dan desain struktur jembatan yang mengacu pada beberapa tata cara perencanaan bangunan dan juga pada beberapa referensi khusus yang lazim digunakan. Beberapa acuan tersebut adalah:

  1. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1987
  2. Tata Cata Perencanaan Struktur Beton dan Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002)
  3. Uniform Building Code 1997 (UBC 1997)
  4. Building Code Requirements for Structural Concrete (ACI 318-99) and Commentary  (ACI 318R-99)
  5. BMS 1992, Bridge Management System 1992
  6. SNI T02-2005, Standar Pembebanan Untuk Jembatan 2005

Download Perhitungan Saluran DISINI

Wednesday, 22 June 2016

MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997

Untuk diketahui MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997 adalah buku manual/panduan (yang disertai piranti lunaknya, KAJI) yang digunakan untuk menghitung kapasitas dan perilaku lalulintas di segmen-segmen jalan (mikro) di Indonesia, sehingga tidak dapat digunakan untuk melihat atau menganalisis kinerja jaringan jalan secara makro. Analisis kinerja jaringan jalan membutuhkan software pemodelan, bukan software seperti KAJI. Di Amerika Serikat, MKJInya bernama AHCM (American Highway Capacity Manual).
Penggunaan MKJI 1997 biasanya digunakan untuk melihat kinerja simpang (bersinyal dan tidak bersinyal), kinerja ruas jalan, jalinan, dll yang terisolasi (isolated), jadi sifatnya tertutup pada sebuah segmen.

Friday, 6 May 2016

Jembatan

Pada Bab 1 buku ini menjelaskan tentang sejarah jembatan dan perkembangan tipe jembatan, sedangkan pada Bab 2 menjelaskan proses perenanaan jembatan, mulai dari tahap perencanaan, pemilihan lokasi jembatan, layout jembatan, penyelidikan lokasi, sampai preliminary Design.
pada saat pemilihan lokasi jembatan ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yang pertama aspek lalu lintas, aspek teknis, dan aspek estetika.
Bab 3 membahas tentang peraturan pembebanan jembatan, mulai dari beban primer, baban hidup, beban kejut, gaya akibat tekanan tanah, beban sekunder, beban khusu, semua dijelaskan pada bab ini. Untuk Bab 4 sampai Bab 8 membahas masing tipe jembatan, dari jembatan sederhana, jembatan beton bertulang, jembatan beton prategang, jembatan gantung, dan jembatan cable stayed.

Download Buku


Beton Prategang

Beton Prategang merupakan material yang sangat banyak digunakan dalam konstruksi. Kuat tarik pada beton bertulang sangat terbatas, sedangkan kuat tekannya sangat tinggi, dengan demikian, pemberian prategang menjadi penting didalam banyak penerapan agar dapat secara penuh menafaatkan kuat tekan melalui desain yang benar.
Pada buku ini, Bab 1 sampai 3 membahas tentang prinsip-prinsip dasar, perkembangan riwayat beton prategang, besaran-besaran material pembentuknya, perilaku material jangka panjang dan evaluasi kehilangan prategang.
Bab 4 dan 5 membahas mengenai lentur, geser dan torsi, sedangkan pada Bab 6 membahas struktur beton prategang tak tentu, meliputibalok prategang menerus dan struktur rangka. Bab 7 membahas secara rinci desain lawan lendut, defleksi dan kontrol retak dengan meninjau efek jangka pendek dan panjang dengan menggunakan tiga pendekatan yang berbeda, yaitu: Metode pengali PCI, Metode langkah waktu inkremental yang rinci, dan Metode langkah waktu pendekatan.
Pada Bab 8 mencakup penentuan proporsi komponen struktur tarik dan tekan prategang, termasuk desain dan perilaku tekuk tiang dan kolom prategang. Bab 9 membahas analisis menyeluruh pada perilaku beban kerja dan perilaku garis leleh plat dan slab prategang dua arah. Bab 10 tentang sambungan untuk elemen beton prategang mencakup desain dsambungan untuk balok berujung, balok dan landasan.
Bab 11 memberikan analisis dan desain tangki beton prategang dan atap kubah, disajikan dengan dasar-dasar teori lentur dan membran cangkang silindris utuk digunakan dalam desain tangki prategang untuk berbagai kondisi tepi dinding jepit, semi jepit, sendi, dan dasar dinding bergerak.
Untuk lebih detailnya tentang buku ini silahkan didownload.

Download Buku


Monday, 14 March 2016

Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal merupakan bagian dari struktur bangunan yang masih banyak digunakan di lapangan karena pertimbangan kepraktisan dan keekonomisannya terutama untuk bangunan dengan beban yang relatif ringan. parameter kekuatan geser tanah seperti kohesi dan sudut geser dalam seharusnya ditentukan dengan cara pengujian conth tanah di laboratorium. Namun, beberapa referensi menyebutkan bahwa parameter tersebut dapat juga ditentukan berdasarkan korelasi dengan penguji tanah di lapangan, seperti nilai Standard Penetration Test, Cone Penetration Test (CPT), Plate Bearing Test, atau pengujian geser Vane.
Secara umum, buku Pondasi Dangkal ini mempunyai organisasi sebagai berikut:
Bab 1 Menyajikan Pendahuluan, yang memuat tentang informasi pondasi secara umum, pola keruntuhan pondasi, dan faktor keamanan pondasi.
Bab 2 menyajikan pengujian tanah, yang berisi tentang penentuan parameter kekuatan geser tanah di laboratorium dan pengujian di lapangan yang umum dilakukan. Informasi tentang jumlah titik dan kendaraan pengujian tanah dibahas pada bab ini.
Bab 3 berisi tentang daya dukung pondasi. Dalam bab ini disajikan penurunan pendekatan perumusan daya dukung pondasi dan kegunaannya dari pendekatan menurut teori Terzaghi, Meyerhof, Hansen, dan Vesic.
Bab 4 menyajikan kumpulan korelasi dari bebrapa referensi untuk mendapatkan parameter kekuatan atanh yang mungkin diperlukan dalam perencanaan daya dukung pondasi. Korelasi tersebut berdasarkan pada karakteristik tanah atau hasil pengujian tanah di lapangan.
Bab 5 menyajikan perhitungan peningkatan tekanan pada lapisan tanah akibat beban yang bekerja pada pondasi. Peningkatan tekanan tersebut diperlukan untuk menghitung penurunan pada pondasi.
Bab 6 menyajikan kompresibilitas tanah, yaitu perubahan volume tanah akibat perubahan tekanan yang bekerja. Penurunan seketika (immediate settlement) akibat elastisitas tanah.
Dan pada Bab 7 buku ini menyajikan penurunan tanah akibat proses konsolidasi (consolidation settlement). Perhitungan tentang besar dan kecepatan penurunan yang akan terjadi pada struktur pondasi.

"Ir. Gogot Setyo Budi, M.Sc., Ph.D"


Download Buku


Sunday, 13 March 2016

Desain Pondasi Tahan Gempa

Buku Desain Pondasi Tahan Gempa ini membahas tentang teori dan contoh perhitungan struktur bawah dengan langkah yang cukup mudah dipahami bagi pemula dibidang perencanaan kontruksi. struktur bawah yang terdiri dari balok sloof, pondasi (dalam atau dangkal) merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu struktur secara keseluruhan mengingat kokoh tidaknya suatu bangunan tergantung kekuatan struktur bawahnya.
analisa pada contoh perhitungan struktur dilakukan dengan mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002), Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002), serta Peraturan Pembebanan Indonesia (PPIUG 1983).


Download Buku


Wednesday, 2 March 2016

Analisis Dan Perancangan Struktur Frame Menggunakan SAP 2000

Buku Analisi dan Perancangan Struktur Frame menggunakan SAP 2000 merupakan hasil tulisan Haryono Yoso Wigroho yang diterbitkan oleh ANDI Yogyakarta pada tahun 2001.
Susunan buku ini terdiri dari empat Bab, pada Bab 1 dibahas tentang sistem koordinat, property potongan, beban yang dapat dikerjakan pada elemen frame, derajat kebebasan joint (Degree of Freedom), diapragma lantai kaku, pengertian analisis statik dan dinamik, serta interprestasi output gaya-gaya dalam hasil analisis.
Bab 2 membahas tentang Graphic User Interface Manual, yang dengan sekilas mambahas menu-menu yang ada pada SAP 2000. Sedangkan pada Bab 3 membahas tutorial secara cepat untuk memberikan pengalaman atau kebiasaan agar menguasai menu-menu yang ada pada SAP 2000.
Dan yang terakhir pada Bab 4 membahas model dua atau tiga dimensi dengan beban dinamik.


Download Buku

Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa

Buku Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa yang ditulis oleh Prof. Ir. Rahmat Purwono, M.Sc. merupakan buku yang mengacu pada SNI-1726 dan SNI-2847.
Pada Bab 1 berisi uraian singkat isi buku, dilanjutkan Bab 2 berisi pokok-pokok persyaratan-persyaratan baru dalam SNI-1726 untuk menganalisis dan mendesain bangunan-bangunan yang menerima beban gempa, termasuk perubahan menentukan perhitungan minimum gaya lateral oleh pergerakan tanah.
Bab 3 menyentuh hal yang sama seperti pada Bab 2, tetapi yang berkaitan dengan SNI-2847. juga disampaikan pedoman-pedoman baru yang bersifat mendasar mencakup antara lainkombinasi beban, syarat desain struktursesuai sistem strukturdan resiko gempa, kompatibiltas deformasi, serta pemakaian probabel kuat momen maksimum.
Bab 4 menyajikan rangkuman pemilihan kriteria desain lebih lanjut yang harus diikuti oleh para perencana struktur bangunan tahan gempa.
Bab 5 membahas tentang persyaratan pendetailan struktur bangunan tahan gempa, serta pokok-pokok utama syarat pendetailan. Sedangkan kesimpulan persyaratan untuk detailing gempa diberikan pada Bab 6 yang merupakan ketentuan utama untuk mencapai daktilitas struktur yang ditentukan oleh Pasal 23 SNI-2847.
Bab 7 mencatat prosedur perhitungan kuat geser perlu pada komponen struktur beton bertulang sebagaimana diatur oleh SNI-2847 Pasal 23. dan pada Bab 8 dijelaskan contoh desain dari 8 tingkat Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) akibat pengaruh kombinasi beban gravitasi dan beban gempa.
Smentara Bab 9 menjelaskan tentang desain Sistem Rangka Gedung (SRG) 8 tingkat, dan yang terakhir di Bab 10 disajikan desain dan detailing dari bangunan Sistem Ganda (SG) 8 tingkat.


Download Buku


Saturday, 24 January 2015

Pedoman Dalam Teknik Sipil (3)


  1. SNI 03-3989-2000 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN DAN PEMASANGAN SISTEM SPRINGKLER OTOMATIK UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG
  2. SNI 03-6481-2000 TENTANG SISTEM PLAMBING
  3. SNI 03-6570-2001 TENTANG INSTALASI POMPA YANG DIPASANG TETAP UNTUK PROTEKSI KEBAKARAN
  4. SNI 03-6571-2001 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN ASAP KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG
  5. SNI 03-6572-2001 TENTANG TATA CARA PERANCANGAN SISTEM VENTILASI DAN PENGONDISIAN UDARA PADA BANGUNAN GEDUNG
  6. SNI 03-6574-2001 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PENCAHAYAAN DARURAT, TANDA ARAH DAN SISTEM PERINGATAN BAHAYA PADA BANGUNAN GEDUNG
  7. SNI 03-6575-2001 TENTANG TATA CARA PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN PADA BANGUNAN GEDUNG
  8. SNI 03-7015-2004 TENTANG SISTEM PROTEKSI PETIR PADA BANGUNAN GEDUNG
  9. SNI 03-7017.1-2004 TENTANG LIFT TRAKSI LISTRIK PADA BANGUNAN GEDUNG (BAG. 1 PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN SERAH TERIMA)
  10. SNI 03-7017.2-2004 TENTANG LIFT TRAKSI LISTRIK PADA BANGUNAN GEDUNG (BAG. 2 PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN BERKALA)
  11. SNI 03-7065-2005 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN SISTEM PLAMBING
  12. SNI 03-xxxx-2002 TENTANG TATA CARA PERHITUNGAN STRUKTUR BETON UNTUK BANGUNAN GEDUNG
  13. SNI 0004-2008 TENTANG TATA CARA COMMISSIONING INSTALASI PENGOLAHAN AIR
  14. SNI 04-0225-2000 TENTANG PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK 2000
  15. SNI 1726-2012 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DAN NON GEDUNG
  16. SNI 3423-2008 TENTANG CARA UJI ANALISIS UKURAN BUTIR TANAH
  17. SNI 3434-2008 TENTANG TATACARA PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN KAYU UNTUK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DAN PERUMAHAN
  18. SNI 7394-2008 TENTANG TATA CARA PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN BETON UNTUK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DAN PERUMAHAN
  19. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - GABUNGAN SAKLAR DAN KOTAK KONTAK)
  20. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - GABUNGAN TUSUK KONTAK DAN KOTAK KONTAK)
  21. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - KIPAS ANGIN)
  22. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - KOTAK KONTAK)
  23. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - LUMINER)
  24. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - MINIATUR CIRCUIT BREAKER)
  25. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - SAKELAR)
  26. SNI PERALATAN TENAGA LISTRIK (DAFTAR PRODUK SNI WAJIB - TUSUK KONTAK)
  27. SNI-1726-2002 TENTANG STANDAR PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG
  28. TABEL PROFIL BAJA
  29. UU NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
  30. UU RI NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Pedoman Dalam Teknik Sipil (2)


  1. PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NO. PER.05-MEN-1996 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
  2. PERATURAN PEMERINTAH NO. 20 TAHUN 1990 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
  3. PERATURAN PEMERINTAH NO. 26 TAHUN 1985 TENTANG JALAN
  4. PERATURAN PEMERINTAH NO. 82 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
  5. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 20 TAHUN 1990 TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
  6. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 20 TAHUN 2006 TENTANG IRIGASI
  7. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN
  8. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP BANDAR UDARA
  9. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 43 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NO. 15 TAHUN 2005 TENTANG JALAN TOL
  10. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 82 TAHUN 2001 TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR BERSIH DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR
  11. PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA INDONESIA (PPBBI)
  12. PETUNJUK PENGENDALIAN LEGER JALAN
  13. RSNI 03-2396-2001 TENTANG TATA CARA PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN GEDUNG
  14. RSNI T-14-2004 TENTANG GEOMETRIK JALAN PERKOTAAN
  15. SNI 01-7255-2006 TENTANG KAYU BENTUKAN
  16. SNI 03-1729-2002 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG
  17. SNI 03-1735-2000 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN AKSES BANGUNAN DAN AKSES LINGKUNGAN UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG
  18. SNI 03-1736-2000 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN SISTEM PROTEKASI PASIF UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUMAH DAN GEDUNG
  19. SNI 03-1736-2000 TENTANG TATACARA PERENCANAAN SISTEM PROTEKASI UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN BANGUNAN RUMAH DAN GEDUNG
  20. SNI 03-1745-2000 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN DAN PEMASANGAN SISTEM PIPA TEGAK DAN SILANG UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUMAH DAN GEDUNG
  21. SNI 03-1746-2000 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN DAN PEMASANGAN SARANA JALAN KELUAR UNTUK PENYELAMATAN TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG
  22. SNI 03-2847-2002 TENTANG TATA CARA PERHITUNGAN STRUKTUR BETON UNTUK BANGUNAN GEDUNG
  23. SNI 03-3985-2000 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN, PEMASANGAN DAN PENGUJIAN SISTEM DETEKSI DAN ALARM KEBAKARAN UNTUK PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG


Pedoman Dalam Teknik Sipil (1)                                                                Pedoman Dalam Teknik Sipil (3)

Friday, 23 January 2015

Pedoman dalam Teknik Sipil

       
Dalam dunia teknik sipil, ada banyak peraturan yang harus di jadikan pedoman sebelum merencanakan sebuah bangunan konstruksi, mulai dari SNI, Peraturan Pemerintah, Undang-undang, dll. dari paraturan-peraturan itulah sebuah bangunan konstruksi bisa ditentukan layak huni atau tidak. di Indonesia ini masih banyak penduduknya yang membangun sebuah rumah tanpa melihat Peraturan-peraturan tersebut, terutama didaerah-daerah pedesaan, karena kurangnya pengetahuan masyarakat setempat tentang pentingnya peraturan-peraturan tersebut dalam proses perencanaan sebuah bangunan.
Dibawah ini ada beberapa peraturan yang sering digunakan dalam dunia teknik sipil:
  1. ANALISIS HARGA SATUAN KERJA (AHSP) BIDANG PEKERJAAN UMUM
  2. BATANG BAJA MUTU TINGGI TANPA PELAPIS UNTUK BETON PRATEGANG
  3. CUR (Grafik dan Perhitungan Beton Bertulang) BERDASARKAN SKSNI T-15-1991-03
  4. DEPARTEMEN PU - PETUNJUK PRAKTIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN
  5. KEPUTUSAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NO. 51 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT
  6. LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. 1313 K-30-MEM-2003 TENTANG STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK
  7. LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. 1313K-30-MEM-2003 TENTANG STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK
  8. LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. 1313 K-30-MEM-2003 TENTANG STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK
  9. LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. 1313 K-30-MEM-2003 TENTANG STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK
  10. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NO. 009 TAHUN 2007 TENTANG PEMUTUS SIRKIT UNTUK PROTEKSI ARUS LEBIH PADA INSTALASI RUMAH TANGGA DAN SEJENISNYA
  11. PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM
  12. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NO. 03 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH BAGI KAWASAN INDUSTRI
  13. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NO. 05 TAHUN 2011 TENTANG PROGRAM PENILAIAN PERINGKAT KINERJA PERUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
  14. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NO. 06 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
  15. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NO. 09 TAHUN 2006 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL
  16. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP NO. 12 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI DAERAH
  17. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN RI NO. 75 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN 2014 DI LINGKUNGAN KEMENTRIAN PERHUBUNGAN
  18. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN RI NO. PM. 9 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT
  19. PERATURAN MENTERI PU NO. 03-PRT-M-2012 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN FUNGSI JALAN DAN STATUS JALAN
  20. PERATURAN MENTERI PU NO. 06-PRT-M-2011 TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN SUMBER DAYA AIR
  21. PERATURAN MENTERI PU NO. 45-PRT-1990 TENTANG PENGENDALIAN MUTU AIR PADA SUMBER-SUMBER AIR
  22. PERATURAN MENTERI PU RI NO. 13-PRT-M-2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ASET IRIGASI
  23. PERATURAN MENTERI PU RI NO. 20-PRT-M-2010 TENTANG PEDOMAN PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BAGIAN-BAGIAN JALAN
                                                                                                                 
                                                                                                            Pesoman dalam Teknik Sipil (2)

Sunday, 6 April 2014

Peraturan Menteri Perhubungan No. 75 Tahun 2013 Tentang Standar Biaya Tahun 2014

PERATURAN MENTRI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN 2014 DI LINGKUNGAN KEMENTRIAN PERHUBUNGAN ini meliputi:
  1. Tabel Koefisien Kemahalan Standar Biaya Kementrian Perhubungan Tahun 2014 Berdasarkan Indeks Kemahalan Konstruksi di Tiap Provinsi di Indonesia
  2. Standar Biaya Kementerian Perhubungan Tahun 2014 Bidang Fasilitas Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Dermaga Penyeberangan
Download DISINI.

Wednesday, 19 February 2014

Materi Geometrik Jalan


Jalan raya adalah satu sistem perhubungan yang terpenting di dunia sejak dahulu. Jalan raya memiliki sejarah perkembangan yang panjang, yaitu dimulai dari mula pertama manusia mendiami planet bumi.

Pada  zaman pra sejarah, jalan hanyalah berupa bekas jejak yang kemudian berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban umat manusia.

Secara berangsur-angsur jalan bekas jejak berubah menjadi jalan raya modern seperti yang kita kenal sekarang ini.

Tuesday, 18 February 2014

Materi Irigasi dan Bangunan Air

Irigasi adalah suatu sistem pemberian air dari sumber air seperti sungai, waduk, danau, atau air tanah yang disalurkan melalui saluran-saluran, pembangunan-pembangunan ke tempat yang diperlukan, kemudian air yang tidak terpakai lagi disalurkan lagi disalurkan lagi melalui saluran pembuangan ke saluran-saluran alami atau sungai.
tujuan dari irigasi antara lain:
  1. Membasahi tanah
  2. Merabuk
  3. Mengatur suhu tanah
  4. Membersihkan tanah
  5. Kalmatase
  6. Membersihkan air kotor
  7. Meninggikan air tanah
  8. Pemeliharaan ikan

Saturday, 15 February 2014

Jalan Rel

Buku Jalan Rel ini ditulis oleh Suryono Tri Utomo yang diterbitkan Beta Offset pada Juni 2009. Pada Bab 1 buku ini membahas tentang peranan transportasi, perkembangan transportasi kereta api, dan karakteristik transportasi kereta api. Di Bab 2 membahas tentang struktur jalan rel, pengelompokan jalan rel, standar jalan rel di Indonesia, ruang bebas dan ruang bangun, serta rumpun kereta api.
Untuk Bab 3-11 membahas detail dari struktur jalan rel, seperti macam-macam rel, bahan dari rel, dasar perhitungan tipe rel yang digunakan, fungsi bantalan, bentuk bantalan, jenis penambat rel, penggunaakn penambat rel, balas, drainase jalan rel, geometrik jalan, wese & persilangan, stasiun dan emplasemen, sampai dengan perawatan dari jalan rel.


Download Buku

Kamus Teknik Lengkap

Kamus Lengkap Teknik ini disusun oleh Bambang Marhiyanto yang diterbitkan oleh Serba Jaya Surabaya pada tahun 2007. Istilah-istilah di bidang teknik memiliki cakupan yang beragam dan hanya menggunakan bahasa asing, Buku ini memuat istilah-istilah teknik yang dilengkapi dengan ilustrasi, dan disusun secara sistematik untuk memudahkan dalam penggunaannya.

Download Buku

Bahan dan Struktur Jalan Raya


Buku Bahan dan Struktur Jalan Raya yang ditulis oleh Ir. Suprapto Tm, M.Sc. diterbitkan Biro Penerbit KMTS UGM pada tahun 2004. Pada Bab awal buku ini menjelaskan  tentang pengertian perkerasan, lapis-lapis perkerasan, fungsi dari lapisan perkerasan. Pada Bab 2 menjelaskan perencanaan perkerasan, beban-beban yang bekerja pada perkerasan, umur rencana, kerusakan yang terjadi pada perkerasan, dan bahan-bahan yang digunakan untuk perkerasan. Pada Bab 3 buku ini menjelaskan tentang bahan-bahan yang digunakan dalam perkerasan.


Download Buku